Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan masih kurangnya implementasi program-program strategis kemasyarakatan dari Pemerintah adalah kendala anggaran yang terbatas dalam setiap APBN. Oleh karena itu, Satya yang juga pernah menjadi Anggota Banggar DPR RI tersebut menyatakan dukungan untuk upaya peningkatan anggaran program strategis di kementerian-kementerian yang mengemban program strategis kemasyarakatan. “Dukungan anggaran kepada kementerian-kementerian yang mempunyai program strategis kemasyarakatan harus dimaksimalkan. DPR akan mendorong dalam setiap pembahasan APBN maupun APBN-P,” tandas Satya yang sudah menjadi anggota DPR RI dua periode ini.
Sementara itu di tempat yang sama, Kabag Program & Anggaran BPPT Kemenristek RI M. Nasir Rofiq menyampaikan optimisme nya bahwa dengan adanya pelatihan Diseminasi Teknologi Peternakan Sapi di Bojonegoro ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan konsumsi daging sapi nasional. “Defisit daging sapi yang paling tinggi terjadi pada 2015 yaitu 89,18 ribu ton. Defisit tersebut menjadikan peluang untuk terus meningkatkan pengembangan budidaya sapi potong khususnya pada skala rumah tangga. Program usaha peningkatan ternak skala rumah tangga terbukti membawa perubahan yang signifikan terutama bagi peternak. Bisnis ternak sapi potong skala rumah tangga telah marak digerakkan dengan cara konvensional, peternak sapi potong kelas rumah tangga mampu mengembangkan usahanya dengan keuntungan yang memadai,” beber Nasir Rofiq.














