Menurut Rudi, dia mau menulis buku soal Ahok karena ingin melakukan klarifikasi soal kehidupan Ahok.
Awalnya, dia hanya penasaran apakah benar Ahok sudah menistakan agama sejak dulu.
Proses penulisan buku, ucap Rudi, datang langsung ke kampung halaman BTP selama tiga hari tiga malam di Belitung Timur.
Dari sana ia mulai hunting untuk mencari orang-orang yang berhubungan langsung dengan BTP dari masa kecil hingga menjadi politikus.
Sebagai pembaca, Titi Rajo Bintang yang hadir menjadi pembicara juga menilai, buku ini mengisahkan tentang sifat-sifat Ahok yang belum diketahui masyarakat.
Terutama, cerita di balik kepemimpinan Ahok. “Buku ini sangat tulus, jujur, sesuai dengan fakta,” ucap Titi.
Titi mengatakan buku yang dibuat Rudi ini, kontennya dipertanggungjawabkan, karena memiliki tiga penguatan, yakni narasi, gambar, dan terkonfirmasi dari orang yang bersangkutan.
“Bagi orang awam yang belum mengetahui Pak Ahok, akan lebih jelas bila membaca buku ini. Jadi kita tidak mudah percaya pada isu yang berkembang setelah membaca buku ini. Ternyata Pak Ahok tidak seperti yang dituduhkan oleh orang-orang itu,”tegas Titi.
Buku ‘A Man Called Ahok’ ini terbagi menjadi tiga bagian pembahasan yaitu profil Ahok, klarifikasi terkait kasus penistaan agama, dan idealisme Ahok yang anti korupsi.












