YOGYAKARTA -Plt. Direktur Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menyampaikan, pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada lima tahun ke depan.
Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, sektor industri akan terus menjadi salah satu penopang utama industri nasional.
“Melalui RPJPN tahun 2025 -2045, menetapkan Visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia sebagai NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Salah satu sasaran utama Visi Indonesia Emas 2045 tersebut adalah masuk ke dalam lima besar ekonomi dunia yang utamanya didorong oleh kontribusi PDB industri manufaktur menjadi 28,0 persen,” paparnya pada acara “Outlook Sektor Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Tahun 2025” di Yogyakarta, Selasa (17/12).
Guna mencapai sasaran tersebut, terdapat empat tahapan transformasi ekonomi yang dilakukan dari tahun 2025 sampai 2045.
Pada tahapan pertama (2025-2029), memfokuskan pada hilirisasi sumber daya alam (SDA), penguatan riset inovasi, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
“Industri pengolahan ditargetkan berperan sebesar 21,9 persen terhadap ekonomi nasional,” imbuhnya.
Dengan besaran target tersebut, sektor IKFT dipacu untuk dapat tumbuh sebesar 6,59 persen pada tahun 2025, menjadi 7,97 persen pada 2027, dan selanjutnya mencapai 7,59 persen pada 2029.














