“Kerjasama antara Angkasa Pura II dan Blue Bird dalam menghadirkan taksi listrik ini diharapkan dapat menjadi stimulus agar konsep eco airport dapat menyentuh lebih luas lagi ke sektor lainnya di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Awaluddin.
Sementara itu, Menurut Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo mengatakan kerja sama dengan Angkasa Pura dapat terealisasikan seiring kesamaan visi antara kedua perusahaan dalam mendukung kelestarian lingkungan yang dimulai dari langkah kecil.
“Kami berharap dengan adanya armada taksi listrik di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dapat menjadi dukungan dari Bluebird terhadap implementasi yang dilakukan Angkasa Pura II dalam menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai Eco Airport,” kata Noni.
Sebagai informasi, Bluebird berencana mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga 2020, dimana perusahaan akan mampu menghilangkan 434,095 kg emisi CO2, atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter, dan dengan penambahan 2000 unit mobil listrik pada periode 2020 – 2025 akan mampu menghilangkan 21.704.760 kg emisi CO2, atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter.













