“Surabaya sebagai kota Pahlawan adalah gelar yang tidak dipungkiri lagi. Adanya hari Pahlawan juga menegaskan bahwa negara dan bangsa Indonesia sangat menghormati mereka yang telah membaktikan diri secara luar biasa, penuh integritas dan tidak pernah berputusa asa dalam menjaga NKRI. Oleh karena itu, Gartap perlu mengajak dan mendekatkan para siswa sekolah dengan TMP melalui berbagai acara,” tegas Putut Prabantoro, yang juga Ketua Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).
Mengadakan upacara di luar hari Pahlawan yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah secara bergantian, diurai lebih lanjut olehnya, adalah penting dan perlu. Selain menghormati bendera Merah Putih, siswa juga diajari untuk menghormati dan menghargai para pahlawan. Kemudian, mereka diminta untuk mencatat dan membuat suatu ringkasan dari apa yang telah dilakukan di TMP.
“Sebagai garnisun dari Kota Pahlawan, apa yang dilakukan Gartap III/SBY akan menjadi gerakan nasional karena diikuti oleh daerah lain. Ingin menjadi pahlawan harus ada patron atau teladan yang perlu diberikan kepada generasi baru atau mendatang,” pungkasnya.













