Manajemen fiskal yang berkesinambungan (fiscal sustainability), dengan terus meningkatkan kesehatan fiskal merupakan faktor utama dalam menjamin kesinambungan pembangunan ekonomi, mengurangi tekanan terhadap APBN, mengurangi defisit neraca perdagangan diyakini akan memberikan ruang fiskal yang kondusif dalam menjamin pembiayaan berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan ekonomi.
Presiden mendatang juga dihadapkan dengan tantangan untuk terus meningkatkan daya saing Indonesia, agar bisa survive menjadi negara maju dan makmur, terlebih tahun 2015 yang telah diambang pintu, kita sepakat memasuki era pasar bebas ASEAN. Kondisi daya saing Indonesia saat ini masih belum menggembirakan, menempati peringkat ke-5 di ASEAN dan peringkat ke-38 di dunia (WEF,2013).
Daya saing Indonesia perlu terus didorong melalui peningkatan produktivitas, dengan mengembangkan industrialisasi dan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan tercipta multiplier effects ekonomi , dengan dukungan kelembagaan yang memadai serta sistem logisitik nasional yang andal sehingga produk-produk Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk impor.
Sektor ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja riil tradable perlu terus direvitalisasi agar memiliki nilai tambah daya saing dan produktivitas sebagaimana yang diharapkan melalui sentuhan inovasi teknologi, skala ekonomi dan manajemen sistem rantai suplai, secara terpadu dari produksi pengolahan dan pemasaran.














