Disamping manajemen fiskal dan peningkatan daya saing masalah kemiskinan tampaknya tetap menjadi tantangan tersendiri bagi Presiden mendatang untuk terus diupayakan pengentasannya, yang perlu terus dilakukan melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja, utamanya dengan fokus pada pengembangan sektor riil tradable (pertanian, perikanan, perkebunan dan industri manufacturing serta industri kreatif).
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis sektor riil tradable sangat diperlukan untuk mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja agar dapat mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berkualitas, sekaligus membantu mengatasi masalah kesenjangan pendapatan yang tercermin dari masih tingginya Koefisien Gini yakni 0,4, yang apabila tidak ditangani dengan baik akan berpotensi menimbulkan masalah ekonomi, sosial dan politik.
Melihat letak strategis Indonesia diantara Benua Asia dan Australia serta diapit Samudra Pasific dan Samudra Hindia , tampaknya perlu pula dikedepankan pembangunan ekonomi dengan mengarusutamakan sektor kelautan (ocean-based economy), dengan menjadikan kelautan (industri maritim, perikanan, wisata bahari dan jasa kelautan lainnya) sebagai mainstream pembangunan ekonomi.














