Setelah tamat dari Unpad, Teguh bekerja di Rakyat Merdeka (Jawa Pos Group). Di koran ini dia meniti kariernya dengan sangat serius. Pada tahun 2002 hingga 2005 Teguh menempati posisi sebagai Redaktur Eksekutif Harian Rakyat Merdeka. Di tahun 2005, Teguh mendirikan Kantor Berita Politik RMOL, dan memimpin media itu hingga kini.
Setelah sempat aktif di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) antara 2005-2013, Teguh bergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan dipercaya sebagai Ketua bidang Luar Negeri. Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016, Teguh mendapat kepercayaan dari komunitas pers Indonesia sebagai Ketua Panitia HPN 2016 di Lombok, NTB. Untuk sementara HPN 2016 dinilai sebagai yang terbaik dalam sejarah.
Bagi Teguh bekerja sebagai wartawan adalah pengabdian untuk menjaga akal sehat komunal. Teguh menyediakan dirinya dan media yang dia pimpin sebagai tempat pertemuan segala gagasan. Menurutnya, inilah salah satu prasyarat demokrasi.
Pengalaman di kota kelahiran, Medan, berperan besar dalam pembentukan pribadi Teguh. Di kota dengan penduduk yang heterogen itu Teguh mempelajari kebhinekaan, dan membuatnya terbiasa berkumpul dan bergaul dengan anggota masyarakat dari berbagai ragam latar belakang. Ini diperkuat pula dengan pengalaman masa kecilnya aktif di Pramuka, Paskibraka dan Kirab Remaja. 















