Dalam berbagai pembicaraan, Teguh kerap mengatakan bahwa realitas Indonesia ditemuinya pertama kali saat mengikuti Jambore Nasional 1991 di Cibubur. Sementara pertemuan pertama dengan dunia terjadi saat dia mengikuti Community Development Camp (Comdeca) di Malang. Kegiatan itu diikuti kontingen Pramuka dari 30 negara.
Di penghujung masa studi di Unpad, pada tahun 1999 Teguh mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di National University of Singapore (NUS) dan bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara ASEAN yang ikut dalam program yang sama. Banyak di antara mereka yang masih berinteraksi hingga kini.
Teguh dikenal teman-temannya memiliki pandangan yang menarik terkait sejumlah isu dasar. Dia bagai kamus berjalan. Terkadang dia juga bagai filsuf, dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mengalir dari mulutnya tak jarang mencengangkang.
Pada tahun 2007 hingga 2009 Teguh melanjutkan pendidikannya ke jenjang master di University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat, di Jurusan Ilmu Politik dengan konsentrasi Studi Masa Depan. Di saat bersamaan dia mendalami politik global, dan terlibat pada sejumlah isu penting dari Asia, Amerika hingga Afrika.
Selama di Hawaii, Teguh dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Cabang Hawaii. 















