Sekembalinya dari Hawaii, Teguh mendirikan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko dan di saat yang hampir bersamaan ditunjuk sebagai Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara. Pada tahun 2011 dan 2012 dia diundang PBB untuk bicara di Komisi IV PBB di New York mengenai konflik di Sahara Barat, salah satu kawasan yang menarik perhatiannya.
Teguh pernah diberi amanah sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah bidang Hubungan Internasional. Di mata kawan-kawannya, pria yang biasa memakai baju batik ini merupakan sosok pemuda muslim nasionalis progressif.
Di gelanggang akademik, Teguh kini mengajar di salah satu kampus Islam terbesar di Asia Tenggara, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di kampus itu Teguh mengajar pengantar ilmu politik, pengantar HI, studi konflik dan HAM, juga studi kawasan Asia Timur.
Selain itu Teguh juga mengajar di The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta untuk mata kuliah pengantar komunikasi massa, pengantar HI, dan media global.
Kini Teguh juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Bung Karno.
Teguh mengatakan, mengajar di kampus-kampus adalah sebuah kemewahan karena ia dapat bertemu dengan puzzle Indonesia, dan di saat bersamaan meraba masa depan bangsa.
Curriculum Vitae















