Salah satu upaya KDEI di TEI 2025 dalam mencapai hasil tersebut adalah dengan menggelar business matching pada 16—17 Oktober 2025.
Kegiatan ini mempertemukan langsung para pelaku usaha Indonesia dengan buyer Taiwan.
Komoditas yang menjadi fokusnya, yaitu makanan dan minuman seperti bubuk coklat, abon ikan, camilan, gula batu, cengkeh, vanili, dan tempe.
Untuk komoditas nonpangannya, meliputi sabut kelapa (cocopeat) dan makanan ternak berbasis kopra (white copra meal).
KDEI Taipei juga menggelar forum bisnis pada 17 Oktober 2025 yang diikuti lebih dari 100 pelaku usaha Taiwan dan Indonesia dari berbagai sektor, yaitu perdagangan komoditas, investasi, industri, dan tenaga kerja.
Dalam forum bisnis tersebut, dilakukan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan letter of intent (LoI).
Sebagian besar MoU mencakup produk makanan dan minuman seperti teh, biskuit, dan camilan.
Sementara itu, LoI mencakup, antara lain, makanan dan minuman, bahan bangunan berupa cement clinker, dan sabut kayu.
Pada forum bisnis, KDEI Taipei juga memberikan penghargaan kepada beberapa pelaku bisnis yang telah bekerja sama dengan Indonesia secara berkelanjutan.
Salah satunya adalah Chia Ming Steel Industry Corp yang berencana berinvestasi USD 1 juta untuk mendirikan perusahaan di Indonesia Direktur Chia Ming Steel Industry Corp Edward Cheng menyampaikan apresiasinya kepada KDEI Taipei atas bantuan detail dan komprehensif untuk acara TEI 2025.















