JAKARTA-Trade Expo Indonesia (TEI) yang berlangsung di Jakarta 16-20 Oktober lalu berhasil mencatat rekor transaksi sebesar US$ 1,82 miliar yang terdiri dari transaksi produk sebesar USD692,2 juta, transaksi jasa USD65,9 juta dan investasi USD1,068 miliar.
Jumlah ini meningkat 82% dibandingkan hasil transaksi pada TEI 2012, yang hanya tercatat sebesar USD 1,001 miliar.
“Jika realisasi kontak dagang yang telah tercatat diakumulasi dengan yang masih dalam tahap negosiasi, maka diyakini target US$ 2 miliar sangat mungkin tercapai,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, yang mengumumkan hal itu di auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (24/10).
Dari total transaksi tersebut, transaksi barang tercatat 37,91 persen, jasa 3,61 persen dan investasi 58,49 persen. Investasi tersebut berasal dari 14 negara yaitu Jepang, Inggris, Taiwan, Australia, Rusia, India, Mesir, UEA, Nigeria, Thailand, Brasil, Korsel, Hungaria dan Afrika Selatan.
Investasi dilakukan di sektor pertambangan, manufaktur, pengelolaan air bersih, pertanian, perdagangan, tekstil dan alat kesehatan.
Adapun 10 produk yang paling diminati buyer adalah produk pertanian, furnitur, otomotif dan komponennya, kopi, makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, listrik dan produk elektronik, barang-barang kebutuhan rumah tangga, rempah-rempah serta kertas dan produk kertas.












