Menurut Gita, TEI diikuti oleh 1.511 peserta dari perusahaan besar, menengah dan kecil yang tidak hanya berasal dari Jakarta tetapi juga dari daerah lainnya di Indonesia.
Pameran ini dikunjungi oleh 9.343 buyer dari 118 negara.
Buyer dengan jumlah terbesar dari China sebesar 11,84 persen dari seluruh total transaksi.
Posisi kedua dan seterusnya diikuti oleh Jepang dengan 6,02 persen, Australia 5,38 persen, Afsel 4,78 persen, India, 4,68 persen, Korsel 4,57 persen, AS 4,18 persen, Zimbabwe 3,81 persen, Malaysia 3,66 persen.
“Komposisi buyer pada TEI 2013 didominasi oleh negara-negara non-tradisional sebanyak 77,54 persen. Hal menarik pada TEI kali ini adalah adanya buyers pendatang baru yang berasal dari Suriname, Papua Nugini, Yaman, Aljazair, Bulgaria dan Kamerun yang juga melakukan transaksi cukup besar,” kata Gita.












