“Kerjasama ini akan membantu percepatan kemandirian industri farmasi nasional dan menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia melalui produksi paracetamol dari bahan baku benzene dan propylene,” katanya.
Nicke berharap, pemerintah memberikan dukungan optimal dalam kerangka menciptakan ekosistem dari hulu ke hilir pada industri petrokimia maupun farmasi.
“Sehingga, dapat meningkatkan mutual benefit antara Pertamina dan KAEF,” imbuhnya.
Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero), Solehudin Al Ayubi mengungkapkan, sebagai holding BUMN farmasi, Bio Farma telah memiliki roadmap untuk mengurangi impor bahan baku obat. Penguatan value chain ekosistem industri kesehatan juga telah dilakukan dengan pendirian pabrik bahan baku obat, PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia















