JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi IHK bulan Agustus 2014 mencapai 0,47% (mtm), melambat dari bulan lalu sebesar 0,93% (mtm), terutama didorong oleh koreksi pada harga bahan makanan dan tarif angkutan pasca Idul Fitri.
Secara tahunan, inflasi IHK mencapai 3,99% (yoy), melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak awal tahun 2014.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, BI, Tirta Segara menegaskan koreksi harga bahan makanan mendorong turunnya inflasi volatile food menjadi 0,33% (mtm) atau 1,06% (yoy), terutama disumbang oleh deflasi pada bawang merah, tomat dan bawang putih, yang didukung oleh melimpahnya pasokan.
Namun, koreksi harga pada kelompok volatile food ini lebih kecil dibandingkan dengan koreksi pasca lebaran pada tiga tahun terakhir yang mencatat deflasi, yakni rata-rata sebesar -1,59% (mtm).
“Hal ini karena masih berlangsungnya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti ikan segar, beras, daging ayam dan cabe,” jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/9).
Menurutnya, koreksi tarif angkutan juga mendorong turunnya inflasi administered price menjadi 0,63% (mtm) atau 5,49% (yoy).
Akan tetapi, koreksi pada kelompok ini tertahan karena adanya kenaikan tarif listrik kelompok rumah tangga.













