Sementara itu, inflasi inti masih terkendali dan sedikit menurun mencapai 4,47% (yoy).
Hal ini didukung oleh masih menurunnya harga komoditas global, relatif stabilnya nilai tukar Rupiah, permintaan domestik yang masih termoderasi, dan ekspektasi inflasi yang terjaga.
BI menilai inflasi hingga Agustus 2014 ini masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5±1% pada 2014 dan 4,0±1% pada 2015.
Hal ini dengan mempertimbangkan berbagai potensi inflasi di semester II-2014 seperti kenaikan harga LPG 12 kg, meningkatnya harga pangan akibat El Nino dan dampak dari pengendalian konsumsi BBM bersubsidi yang sudah diterapkan sejak awal Agustus 2014.
Namun demikian, BI masih mencermati risiko inflasi terkait dengan kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada triwulan IV-2014.
“Bank sentral akan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk meminimalkan dampak lanjutan yang ditimbulkan dan mengarahkan ekspektasi inflasi pada sasaran inflasi yang ditetapkan,” pungkasnya.













