JAKARTA, BERITAMONETER.COM– Antusiasme publik memuncak saat SMA Negeri 3 Teladan Jakarta kembali menggelar Teladan Opera 2025, sebuah pentas drama musikal tahunan yang sepenuhnya digarap oleh siswa.
Acara berlangsung pada Sabtu (27/9) malam di Gedung Kesenian Jakarta dengan kapasitas terbatas 451 kursi.
Fenomena ticket war terjadi sejak penjualan tiket dibuka. Para penonton berlomba-lomba mendapatkan akses, menjadikan Teladan Opera salah satu pentas seni pelajar yang paling ditunggu di ibu kota tahun ini.
Keistimewaan Teladan Opera terletak pada kemandirian para siswa. Seluruh proses produksi—mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, koreografi, tata rias, kostum, desain panggung, musik, hingga pemasaran—ditangani sepenuhnya oleh pelajar SMA Negeri 3 Teladan Jakarta.
Adara Elysia Desan, siswi kelas XII yang dipercaya menjadi sutradara tahun ini, mengaku perjalanan kreatif di Teladan Opera menjadi pengalaman berharga.
“Teladan Opera bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan perjalanan kreativitas dan pembelajaran kami. Seni lahir dari kolaborasi, keberanian mencoba, dan kerja keras anak-anak muda,” ungkap Adara.
Dukungan dari Ikatan Alumni Teladan SMA Negeri 3 Jakarta, di bawah kepemimpinan Boy Thohir, serta kontribusi Zainal Arifin dari PT Lintas Teknologi Evolusi yang juga orang tua murid, menjadi penopang utama terselenggaranya acara. Kehadiran mereka memberi semangat tambahan bagi siswa untuk menampilkan karya terbaik.













