Pembangunan bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) – PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp 496 miliar. Untuk meningkatkan ketahanan air dan pangan di NTT, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Ditjen SDA secara bertahap meningkatkan jumlah tampungan air di Provinsi NTT. Keberadan tampungan air seperti Bendungan dan embung sangat penting karena musim hujan di NTT sangat pendek yakni 3-4 bulan.
Sebanyak tujuh bendungan dibangun di NTT dimana dua di antaranya sudah selesai yakni Bendungam Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu. Dua bendungan lain yakni Napun Gete di kabupaten Sika dan Temef di Kabupaten Timur Tengah Selatan dalam tahap pembanguan. Satu bendungan dalam tahap persiapan yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang yang akan dimulai pada 2019. Kementerian PUPR juga merencanakan pembangunan dua bendungan baru lainnya yakni Bendungan Mbay/Lombo di Kabupaten Nagekeo dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang.
Turut hadir Setdijen SDA Muhammad Arsyadi, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II NTT Agus Sosiawan, serta Kepala Balai Jalan Nasional X NTT Kupang Muktar Napitupulu. (*)













