Masa konstruksi dimulai sejak Agustus 2018 dan rampung pada Desember 2018 dengan kontraktor PT. Cahaya Agung Perdana Karya. Konstruksi yang digunakan tipe rigid dan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Jembatan Gantung Banjarsari II menghubungkan Desa Banjarsari dengan Desa Semanten, Pacitan. Sementara Jembatan Kendungbendo menghubungkan 3 dusun di Desa Kedungbendo dengan Kota Kecamatan Arjosari.
Keberadaan jembatan gantung sangat membantu masyarakat karena geografis wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah dan sungai. Secara fisik, kondisi ini terkadang memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan.
Jembatan gantung dirancang secara matang, mulai dari pemilihan material hingga penerapan teknologi yang berkualitas. Penggunaan material jembatan gantung seperti baja, kabel, dan baut juga menggunakan produk lokal dalam negeri yang dibuat di Indonesia.
Kehadiran dua jembatan gantung tersebut sudah sangat dinanti masyarakat untuk kembali meningkatkan konektivitas antar-desa di willayah tersebut. Selain menjadi akses penghubung antar-desa, jembatan gantung juga diharapkan menggerakkan ekonomi perdesaan dan menjadi objek wisata desa. (*)














