JAKARTA-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bakal diuntungkan jika PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) merealisasikan rencana penawaran umum perdana saham (IPO).
Pasalnya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menambah investasi di Gojek sebesar USD300 juta.
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Telkomsel menambah investasi di Gojek mencapai USD300 juta dari sebelumnya di pengujung 2020 menanamkan modal sebesar USD150 juta.
Sehingga, saat ini total investasi anak usaha TLKM tersebut sebesar USD450 juta.
Menurut pengamat pasar modal yang juga menjabat sebagai Co-Founder PT Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi di Jakarta, Selasa (11/5), investasi Telkomsel di Gojek sudah sejalan dengan strategi diversifikasi investasi yang sebelumnya melulu pada pembangunan konektivitas telekomunikasi, kini mulai menyasar perusahaan digital.
Kartika mengatakan, apabila Telkomsel tidak berinvestasi di Gojek, maka pertumbuhan pendapatan perseroan dapat terukur, karena pertumbuhan industri telko di tingkat global maupun domestik mulai berada pada fase flat.
Dia menyebutkan, saat perusahaan yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah perusahaan new economic yang bergerak di industri digital.
“Sehingga, sangat tepat jika Telkomsel mulai masuk dan berinvestasi di perusahaan digital. Saya yakin sekali investasi di Gojek akan memberikan hoki yang besar bagi Telkomsel. Jarvis juga berniat untuk masuk ke Gojek senilai Rp500 miliar. Sampai saat ini tak ada orang yang mau jual saham Gojek ke kami, sehingga Telkomsel yang bisa menempatkan investasi di Gojek sebesar USD450 juta itu merupakan keberuntungan,” papar Kartika.













