Untuk saat ini, tarif masuk TN Komodo tetap mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2014.
“Paket yang ditawarkan PT Flobamor hanya bersifat opsional,” katanya.
Pada kesempatan itu, Amsy Djehamad menyampaikan apresiasinya atas keberpihakan Ansy Lema yang telah menyuarakan aspirasi masyarakat Manggarai Barat terkait karut-marutnpengelolaan TNK.
“Hari ini kami menyerahkan hasil aspirasi kami kepada anggota DPR. Kami meminta DPR untuk mengawal kebijakan pemerintah terkait rencana kenaikan tarif masuk TNK yang sangat tinggi serta monopoli paket masuk TNK,” ujar dia.
Sementara itu, Evodius Gonsomer, Wakil Ketua Forum Diaspora Mabar Jakarta, yang juga Ketua ASITA Manggarai Raya, mengatakan pihaknya dengan tegas menolak monopoli bisnis pariwisata di TN Komodo oleh pihak-pihak tertentu. Bisnis pariwisata, kata dia, harus bersifat terbuka dan berkeadilan
“Kami melihat kontroversi keterlibatan PT Flobamor dalam pengelolaan TNK dan keinginan memberlakukan biaya masuk Rp3,75 juta sebagai gejala awal menguatnya motif bisnis dan komersialisasi berlebihan dalam pengelolaan TNK,” ujar Evodius yang biasa dipanggil Fodi.
Fodi menegaskan, jika tendensi ini dibiarkan maka kebijakan terkait TNK akan terutama digerakan oleh kepentingan bisnis dan berpotensi serius mengabaikan kepentingan publik yang lebih luas dan upaya konservasi yang sungguh.














