Dalam memenangkan persaingan antar maskapai di Asean kata Muhaimin industri penerbangan di Indonesia harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan. Oleh karena itu kesiapan SDM menjadi perhatian utama agar bisa bersaing dengan maskapai-maskapai kelas dunia lainnya. “Tingkat kepercayaan para penumpang sangat menentukan keberhasilan indsutri penerbangan. Ini tentunya memberikan tantangan dan peluang tersendiri dalam memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan penerbangan,” jelasnya.
Untuk mendukung kondisi tersebut, kata Muhaimin industri penerbangan harus memperhatikan juga faktor keselamatan dan kesehatan para kru pesawat, pilot, awak kabin dan seluruh pekerja yang terlibat dalam sektor penerbangan . “Faktor yang tidak kalah penting adalah terus melakukan perawatan dan pemeliharaan pesawat serta menjaga dan meningkatkan mutu, kualitas pelayanan, termasuk penyediaan makanan dan minuman selama penerbangan,” imbuhnya
Namun yang terpenting ucapnya menambahkan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan manajemen di perusahaan jasa penerbangan menjadi kunci bagi kemajuan dan produktivitas perusahaan. “Adalah lumrah apabila dalam hubungan kerja di tingkat perusahaan terkadang timbul perbedaan pendapat, perdebatan ataupun perselisihan kerja yang melibatkan pekerja/buruh dan pengusaha atau manajemen perusahaan. Namun yang terpenting, perselisihan kerja itu harus segera diselesaikan melalui dialog-dialog formal dan nonformal antara pekerja-pengusaha sehingga hubungan industrial di perusahaan tetap kondusif dan harmonis,” imbuhnya.













