“Para petani dan pemerintahan desa yang wilayahnya menjadi lahan food estate sangat bergembira dan terlihat selalu berupaya menyukseskan program tersebut. Semoga kedepan pelaksanaan food estate berjalan lancar dan berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Presiden Jokowi” harap Teras.
Dalam dialog yang digelar Teras bersama para Kepala Desa yang ada di kawasan lumbung pangan, memang diakui ada beberapa kondisi yang membuat beberapa petani mengalami kegagalan.
Namun hal ini disebut karena banyak faktor seperti bibit hingga beberapa warga yang tidak menanam secara serentak. Sementara beberapa petani lain terbilang berhasil.
“Tapi barangkali banyak yang perlu kita evaluasi. Banyak yang perlu jadi bahan pembelajaran kita bersama” ujar Jasimin, Kepala Desa Tahai Jaya, Pulang Pisau.
Jasimin yang mengaku gagal panen tidak patah semangat dan optimis.
Pada dasarnya Jasimin menilai bahwa perlu dukungan pendampingan untuk petani karena ada banyak tantangan yang mesti dihadapi dan disesuaikan di lapangan.
Hal senada disampaikan Suprapto, Kepala Desa Gedabung, Pulang Pisau.
Ia mengaku bahwa dari pengalaman masa tanam di awal ini dengan menggunakan jenis bibit berbeda serta pola yang berbeda pula seperti masa tanam yang biasanya 2 kali menjadi 3 kali setahun.














