JAKARTA-Center For Budget Analysis (CBA) mendorong DPR agar membubarkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Pasalnya, keberadaan lembaga ini tak ada manfaatnya bagi rakyat bahkan hanya menghambur-hamburkan uang pajak rakyat. “Kalau Presiden Jokowi, mau bikin lembaga yang baru, seharusnya bikin yang benar dong. Jangan bikin yang asal-asalan saja. Akan lebih baik, Bekraf dibubarkan saja, atau digabung kedalam kementerian pariwisata. Biar terjadi penghematan anggaran. Coba lihat, saat ini kinerja belum kelihatan sama sekali,” ujar Direktur CBA Uchok Sky Khadafi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (19/3).
Menurut Uchok, pada tahun 2016, lembaga yang dipimpin Triawan Munaf ini memperoleh anggaran dari APBN sebesar Rp.1.113.831.257.000. Alokasi dana untuk Bekraf ini sangat besar. “Jelas, ini tidak masuk akal karena ini lembaga baru, yang belum jelas rute arah jalannya dan tujuan mau kemana, dan hasil juga belum jelas manfaat apa buat rakyat,” kritiknya.
Data CBA menyebutkan. alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan sampai Rp115, 5 miliar. Jumlah dana ini sangat fantastis untuk lembaga baru seperti Bekraf ini. Padahal, kompetensi sebagai ahli peneliti di Bekraf itu diragukan.
Bahkan kata Uchok, program penelitian di badan ekonomi kreatif hanya bikin kenyang orang orang mereka saja. “Akibatnya, badan ekonomi kreatif ini, tidak akan bisa menyentuh pelaku kreatif di daerah-daerah yang berbasis local wisdom atau kekayaan budaya lokal. Oleh karena kerja hanya, kalau tidak penelitian, selalu sibuk Mou, Focus Group Discusion (FGD) yang tak jelas efeknya langsung buat pelaku kreatif,” imbuhnya.












