Masing-masing pilihan tentu memiliki resiko yang akan ditanggung.
Namun yang pasti, tiap pilihan tentu memiliki tujuan yang akan dicapai dan bukan sekedar menunggu keberuntungan.
Tantangan bagi Vava tak ubahnya sebuah peluang dan kesempatan. Berbekal tekad dan keyakinan yang kuat, Vava pun percaya diri (confidenve) bisa melewati semua tantangan itu.
“Confidence, it is not about what you know, its about what you believe in,” ujarnya.
Vava mengaku, tidak selamanya menjadi artis. Seiring dengan bertambahnya usia, persaingan didunia keartisan sangat ketat.
Makanya, Vava menyiapkan “skoci” untuk hidup dan kehidupannya kelak.
Dia pun memantapkan hati untuk meninggalkan dunia entertaint Sebuah pepatah China kuno: untuk memulai perjalanan 1000 km maka harus dimulai dengan langkah pertama.
Maka, pada 2011 lalu, artis Vava banting stir serta mencoba peruntungan baru dengan menekuni bisnis menjual kurma.
Dengan modal awal Rp 20 Juta, Vava memulai mulai membuka toko Kurma Abu Rasyad. Kini berkat ketekunanannya, artis 24 tahun ini mempunyai 3 buah Toko Kurma.
“Alhamdulilah, dari bisnis Kurma ini,saya bisa traveling kemana-mana,dan bisa mennghidupi diri sendiri,” jelas Mahasiswa Fikom Univeritas di Mustopo Beragama ini.













