JAKARTA-Proyek pembangunan smelter milik PT Freeport di Jawa Timur, khususnya wilayah Gresik ternyata cuma isapan jempol. Karena hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda proyek itu akan selesai.
“Soal smelter juga sudah disetujui Freeport. Kita harapnya begitu, tapi kenyataannya khusus Smelter akan dibangun di Gresik belum ada. Nol ! Padahal saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kita, dibilang ada kemajuan,” kata anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih melalui siaran pers Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Diakui Politisi Golkar, Komisi VII DPR sudah mengecek ke lapangan lokasi proyek Smelter beberapa kali. Namun tidak ada kegiatan sama sekali. “Meskipun ada MoU sama PT Petrokimia. Tapi MoU sudah habis. Kadaluarsa. Tidak diperbaharui sama sekali. Makanya ini harus jadi kenyataan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, lanjut Eni, pihaknya ingin memastikan bagaimana sebenarnya keberadaan proyek Smelter milik Freeport ini. Sebab DPR ingin mengetahui progressnya, apakah pembangunan Smelter itu serius atau tidak.
“Kita sudah buat jadwal rapat dengan MenESDM. Salah satunya kita tanya langsung soal negosiasi,” tambahnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Gatot Ariyono mengatakan perkembangan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia akan dilaporkan pada Oktober 2017. Setidaknya pada saat pengambilan keputusan dalam negosiasi.












