“Dari mulai kutub yang paling awal yaitu proses rekrutmen, kaderisasi, brainwash, sampai paling ujung yaitu aksi mereka. Itu yang kita bicarakan, kita sinkronkan sehingga kita mengharapkan kesadaran masyarakat bahwa kita harus menghadapi terorisme itu secara bersama-sama, secara menyeluruh,” terang Wiranto.
Yang penting, tegas Menko Polhukam, adalah bagaimana mengamankan perhelatan nasional yang segera akan digelar pada tahun ini dan tahun depan.
Ia mencontohkan ada Asian Games, pilkada serentak, kemudian perhelatan IMF di Bali. Agenda selanjutnya, lanjut Wiranto, tahun depan ada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.
“Semuanya adalah event-event penting yang harus kita amankan bersama. Karena itu merupakan suatu proses demokrasi yang menjadi milik bangsa yang harus kita amankan bersama,” tegas Wiranto














