JAKARTA-Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan, aksi teroris yang dihadapi Indonesia saat ini prosesnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Tetapi, prosesnya panjang, mulai dari proses rekrutmen, brainwashing, pelatihan, dan ajakan.
“Sehingga ada satu ujung dari proses itu, yaitu aksi-aksi yang dilaksanakan, terorisme,” kata Wiranto.
Sebenarnya jelas Menko Polhukam, terorisme itu hidup di kalangan dan bersumber di kalangan masyarakat. Bahkan para teroris itu hidup bersama-sama dengan masyarakat dalam seluruh aspek kehidupan. Karena itu, langkah menghadapi aksi terorisme juga secara bersama-sama.
“Terorisme adalah musuh bersama, bukan musuh polisi, bukan musuh TNI saja, tapi musuh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menko Polhukam Wiranto mengingatkan, yang menjadi korban dari aksi terorisme juga rakyat, karena yang dilakukan adalah menakuti, mengancam rakyat, dan bahkan membunuh rakyat.
Menko Polhukam menekankan, harus ada satu sinkronisasi dan koordinasi di seluruh komponen bangsa dalam menghadapi aksi terorisme bersama-sama.
Di lingkungan Kemenko Polhukam, menurut Wiranto, telah ada satu tekad untuk mengonsolidasikan dan mengoordinasikan seluruh kekuatan serta menyinkronkan kegiatan dari semua kementerian/lembaga sesuai dengan porsi masing-masing untuk menetralisasi kegiatan terorisme dari awal sampai ujung.














