Kemudian merehabilitasi 2 bendungan yakni Bendungan Wonogiri dan Bendungan Benanga. “Untuk embung, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal SDA akan membangun 70 embung terutama di daerah kering di NTT, NTB, dan Maluku antara lain Embung Bokondini, Embung Botawa, Embung Sempaja.
Selanjutnya adalah merevitalisasi 3 danau antara lain pembangunan Alur Tano Ponggol di Danau Toba dalam rangka menunjang pariwisata, dan revitalisasi Danau Rawa Pening sebagai penyediaan air baku dan tenaga listrik di Jawa tengah,” jelas Menteri Basuki yang didampingi para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementerian PUPR.
Kedua, pengembangan irigasi dan rawa dengan anggaran sebesar Rp 8,32 triliun. Pembangunan irigasi ditargetkan seluas 20 ribu hektar salah satunya Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci di Aceh yang sudah memiliki bendung sejak lama namun baru sekarang dibangun jaringan irigasinya.
Selain itu pembangunan DI Batang Asai di Jambi, dan DI Komering di Sumatera Selatan. Rehabilitasi jaringan irigasi juga dilakukan seluas 89 ribu hektare yang antara lain adalah DI Rentang dan DI Manganti di Jawa Barat, dan DI Way Umpu di Lampung.
Ketiga, penyediaan air tanah dan air baku dengan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun yang digunakan antara lain untuk penyediaan air baku daerah rentang keekringan dengan kapasitas 3,0 m3/detik antara lain pembangunan instalasi air baku di Bendungan Logung, Tapin, Gondang, Gandus, Kesugihan, dan air baku Kawasan Parapat Danau Toba serta penyediaan sumur air tanah sebanyak 250 titik antara lain untuk persiapan kekeringan Pulau Jawa dan Provinsi NTT.















