Keempat, operasi dan pemeliharaan infrastruktur SDA dengan anggaran sebesar Rp 4.46 triliun dengan program antara lain operasi dan pemeliharaan sarana prasarana sumber daya air termasuk rehabilitasi dan peningkatan keamanan bendungan. Kemudian pemeliharaan infrastruktur berbasis masyarakat (p3TGAI) di 6.000 lokasi dan Program Citarum Harum yang dibantu oleh TNI.
Kelima, pengendalian lumpur Sidoarjo dengan anggaran sebesar Rp 280 miliar yang digunakan untuk pengaliran lumpur sebanyak 31 juta m3 slurry dan peningkatan tanggul sepanjang 2 km.
Keenam, pembangunan pengendali daya rusak air dengan anggaran sebesar Rp 6,84 triliun yang digunakan untuk pembangunan pengendali banjir sepanjang 102 yang antara lain pengendalian banjir kawasan New Yogyakarta International Airport (NYIA) untuk mendukung KSPN Borobudur, pengendali banjir di KEK Mandalika (KSPN Mandalika), Likupang (KSPN Manado-Bunaken), Kali Ciliwung, Kali Tuntang, dan Sungai Konaweha yang mengalami banjir besar beberapa waktu lalu.
“Untuk pengendalian banjir di Sulawesi Tenggara kini dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur dengan kapasitas 45,9 juta m3. Kemudian akan dibangun Bendungan Ameroro dengan kapasitas tampung 55,1 juta m3 di Kabupaten Konawe,” jelas Menteri Basuki.















