JAKARTA-PT Martina Berto Tbk (MBTO) selama enam bulan pertama tahun ini kembali menderita rugi bersih, sehingga total defisit hingga akhir Semester I-2023 membengkak menjadi Rp301,75 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan MBTO yang dikutip Jumat (28/7), perseroan mampu membukukan penjualan mencapai Rp212,2 miliar atau melesat 59,37 persen dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp133,15 miliar.
Sayangnya, beban pokok penjualan MBTO selama enam bulan pertama tahun ini meroket hingga 72,48 persen (y-o-y) menjadi Rp131,88 miliar.
Sehingga, laba bruto di Semester I-2023 menjadi Rp80,32 miliar, tetapi capaian ini masih tercatat bertumbuh 39,23 persen (y-o-y).
Namun, pada Semester I-2023, perseroan terpantau mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp4,48 miliar.
Kerugian ini terutama disebabkan oleh lonjakan beban penjualan dan pemasaran maupun beban umum dan administrasi, serta beban operasi lainnya.
Bahkan, beban keuangan di paruh pertama 2023 juga tercatat mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di 2022.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di Semester I-2023 yang sebesar Rp687,14 juta, maka MBTO menderita rugi bersih sebesar Rp3,9 miliar.
Kendati demikian, nilai ini setara dengan penurunan 78,57 persen dibanding rugi bersih di Semester I-2022 yang mencapai Rp18,2 miliar.












