Saat ditanya apakah Presiden melakukan intervensi untuk menurunkan suku bunga,
Teten dengan tegas membantah.
Pemerintah kata Teten, tahu persis bahwa kebijakan tentang BI rate dan suku bunga merupakan wilayah kewenangan BI.
“Presiden pikirkan bila soal pertanyaan kepada PLN dan Pertamina kemungkinan dikaji ulang harga BBM apakah bisa turun atau tidak. Ini semua dalam konteks tadi. Pemerintah mencari cara dampaknya dirasakan langsung oleh dunia usaha sehingga ekonomi bisa bergerak. Ini yang penting,” tukas Teten.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, menagatakan pemerintah tidak ingin menanggapi atau berpolemik terkait tudingan pencitraan terhadap rencana pemerintah menurunkan harga BBM.
Istana memastikan semua yang dilakukan oleh Presiden, Istana, pemerintah, atau Kabinet semata-mata difokuskan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi.
“Sudah tidak ada waktunya lagi untuk cari popularitas dan juga untuk pencitraan,” teganya.
Sementara itu, terkait keputusan harga BBM, Teten mengatakan hasil kajian maupun perhitungan ulang soal BBM baru masuk.
Istana memastikan akan mengambil keputusan secara tepat dalam waktu dekat, apakah harga premium atau solar yang diturunkan.
“Apakah akan turun, itu tergantung.Pemerintah dituntut konsisten untuk BBM, makanya opsinya apakah harus diturunkan diluar harga pasar kan berarti subsidi, atau PPN yang dikurangi,” pungkas Teten.














