Salah satu juri, fotografer senior Arbain Rambey, menyoroti kedalaman makna dalam karya-karya peserta, yang tidak hanya memotret satwa tapi juga menangkap cerita dan emosi di balik setiap gambar.
“Saya melihat bagaimana para peserta tahun ini tidak sekadar memotret satwa, tapi juga menangkap cerita di balik setiap gerak dan tatapan. Bukan hanya soal keindahan gambar, tapi soal keberanian untuk bercerita dan menyentuh hati orang lain.” ujar Arbain Rambey.
Puncaknya, Grand Prize IAPVC 2025 diraih oleh Adhitiya Wibhawa dengan potret dramatis seekor elang, penuh kesan agung dan misterius. Karya ini mewakili hubungan manusia dan alam yang penuh kebijaksanaan dan harapan.
Selain penghargaan prestisius, para pemenang mendapatkan hadiah spektakuler, termasuk mobil listrik Wuling Air EV Lite dan total hadiah bernilai ratusan juta rupiah. Lebih penting lagi, mereka menjadi bagian dari generasi baru storyteller konservasi yang berdedikasi membangkitkan semangat pelestarian alam.
Kesuksesan IAPVC 2025 tak lepas dari dukungan pemerintah serta mitra industri seperti AICE, Wuling, tiket.com, dan lainnya. Taman Safari berkomitmen terus menggabungkan seni, edukasi, dan aksi nyata demi melestarikan satwa dan bumi untuk masa depan.















