SURABAYA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkapkan rasio elektrifikasi atau jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan total penduduk di Jatim saat ini sudah mencapai 90%. Artinya mayoritas masyarakat Jatim sudah merasakan aliran listrik. “Tinggal 10%, ini terbesar di Bondowoso dan Sumenep. Di Bondowoso saat ini elektrifikasi baru 65%, atau 35% belum teraliri listrik,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam siaran persnya di Surabaya, Jumat (16/6/2017).
Dikatakan Gus Ipul-sapaan akrabnya untuk meningkatkan ketersediaan listrik bukanlah tanpa masalah karena selama ini biaya produksi 1 kwh listrik menggunakan PLTD rata-rata sebesar Rp3.000,00 per kWh, sedangkan jika PLTD kombinasi dengan tenaga surya biayanya relatif lebih rendah sebesar Rp2.200,00 per kWh. “Padahal, dijual kepada masyarakat rata-rata dengan tarif subsidi sebesar Rp600,00/kWh. Jadi, subsidi yang harus ditanggung oleh Pemerintah melalui PLN memang cukup tinggi,” tambahnya.
Namun begitu, Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
mematok pada 2019 wilayah Jawa Timur akan teraliri listrik 100%. Sehingga seluruh daerah bisa merasakannya.
“Targetnya 2019 wilayah daratan se-Jatim, termasuk kepulauan, sudah teraliri listrik selama 24 jam,” ucapnya.















