Produk cinderamata Indonesia memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri yang dihasilkan sebagai buah karya turun temurun para perajin. Memanfaatkan bahan daur ulang dipadu inovasi dan kreativitas dengan mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya bumi nusantara, para perajin mampu menghasilkan produk cinderamata dan kerajinan Indonesia bernilai tambah serta berdaya saing di pasar global. “Batok kelapa dan kulit kerang saja dapat diubah menjadi produk dekorasi rumah dan kerajinan bernilai seni tinggi,” lanjutnya.
Kerajinan Indonesia
Kemendag telah menargetkan ekspor pada tahun 2014 sebesar USD 190 miliar atau naik 4,1% dengan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 5,5%-6,5%. Sedangkan produk kerajinan sebagai salah satu produk prospektif yang ditargetkan tumbuh sebesar 7%-8% atau sekitar USD 721-728 juta.
Produk kerajinan Indonesia memiliki potensi ekspor yang luar biasa ke Hong Kong. Ekspor produk kerajinan Indonesia ke Hong Kong selama periode 2009-2013 mengalami peningkatan sebesar 94,90% dengan nilai ekspor sebesar USD 21,2 juta pada tahun 2013. Selama bulan Januari 2014, nilai ekspor ke Hong Kong sebesar USD 3,2 juta atau sebesar 5,35% dari total ekspor kerajinan Indonesia. Nilai ekspor ini meningkat sebesar 80,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.














