“Kami akan mengelola potensi yang ada di domestik. Karena, ekonomi kita lebih didorong oleh domestic demand,” imbuhnya.
Dia mengatakan, saat ini seluruh pasar modal di dunia sedang menghadapi tantangan ekonomi yang disebabkan oleh kondisi pandemi Covid-19 dan semua negara masih berada dalam fase transisi menuju pemulihan.
“Kalau Indonesia, mengandalkan sentimen positif dari dalam negeri,” jelas Wimboh.
Bahkan, kata Wimboh, pada awal tahun ini jumlah investor di pasar modal dalam negeri sudah menembus 4 juta single investor identification (SID).
“Kita semua mengetahui di masa pandemi ini banyak orang yang tadinya konsumtif berubah menjadi mengurangi konsumsi. Tidak makan di restoran lebih leluasa dan tidak melakukan traveling,” ujarnya.
Dia memperkirakan, dana konsumsi masyarakat yang tertahan tersebut telah masuk ke pasar modal dan akan terus berlanjut.
“Ini menjadi kekuatan untuk berinvestasi. Mungkin kalau (kondisi pandemi) hanya satu sampai dua bulan (dananya) tidak besar. Tetapi, sekarang ini sudah hampir sepuluh bulan. Jadi, instrumen dan issuer-nya harus ditambah,” kata Wimboh.














