“Hubungan antara inti dengan plasma harus sinergis dan gotong royong, jangan terbatas jual beli harga pasar semata,” ucap Puan.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengatakan hubungan yang baik antara perusahaan dan petani plasma akan membawa industri olahan nanas semakin lebih besar.
Puan menyebut, kemajuan di sektor ini akan meningkatkan perekonomian Indonesia.
“Hubungan inti dengan plasma di Lampung seperti di GGPC menjadi bukti bahwa Indonesia bisa berperan strategis dalam perdagangan tingkat dunia ketika kita bergotongroyong,” sebutnya.
Begitu keluar dari ruang produksi, Puan disambut hangat ratusan buruh yang mayoritas perempuan.
Mantan Menko PMK itu menyapa dan foto bersama dengan para buruh sambil membagikan kaos.
“Puan presiden,” teriak sejumlah buruh.
Selanjutnya Puan melepas truk kontainer yang akan membawa produk olahan nanas untuk diekspor ke benerapa begara Eropa dan Timur Tengah.
Pelepasan ekspor olahan nanas dilakukan dengan tradisi pecah kendi.

Ekspor olahan nanas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang cukup besar, bahkan mengalahkan Thailand, Filipina, dan Amerika Latin.














