Permintaan dunia yang tinggi, terutama produk rumput laut kering, diolah menjadi bahan baku makanan olahan, makanan hewan peliharaan, hingga bahan makanan tambahan, pengendalian pencemaran dan bahan kecantikan.
Hal tersebut, menjadi tantangan bagi pelaku usaha rumput laut untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan kualitas budidaya rumput laut Indonesia.
“Pelaku usaha juga diminta meningkatkan produksi produk rumput laut yang bernilai tambah,” ujarnya.
Pemerintah terus mendukung pengembangan peta jalan (roadmap) pembangunan sektor rumput laut untuk menciptakan rantai nilai dari petani rumput laut hingga konsumen.
Salah satunya melalui kolaborasi Indonesia dengan Filipina.
Kerja sama ini akan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dan memaksimalkan pemenuhan pasar rumput laut dunia dalam kerja sama antara Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) dengan Seaweed Industry Association of the Phillipines (SIAP).
“Hal ini sekaligus memberikan arah pembangunan sektor hulu hingga industri hilir rumput laut Indonesia,” jelasnya.
Sebagai negara dengan perairan terluas, kekayaan hasil laut Indonesia tidak terbatas.
Produksi rumput laut yang melimpah perlu lebih dimanfaatkan oleh industri dalam negeri.














