Dia mengharapkan agar program ICMI ini menjadi contoh untuk melakukan usaha atau bisnis secara jujur sehingga hasilnya juga menjadi baik, halal dan thoyyiba.
Sri menjelaskan, Toko ICMI adalah sebuah gerakan untuk memulai kejujuran di dunia usaha. “Ini adalah gerakan moral ICMI untuk mendorong dunia usaha untuk untuk jujur dan berintegritas. Toko ICMI ini harus jadi gerakan kejujuran” tambahnya.
Karena itu, nantinya program Toko ICMI akan di kelola oleh para ibu rumah tangga. “Ibu Rumah Tangga itu lebih jujur dalam mengelola usaha keluarga” ungkapnya.
Namun, Sri juga mengingatkan agar para Ibu yang terlibat dalam aktifitas ini tetap bisa melakukan tugasnya sebagai wanita dan ibu rumahtangga.
Saat ini, pelaksanaan dan pengawasan program harian Toko ICMI ini adalah dirinya selaku Wakil Ketua ICMI Bidang Perempuan dan Anak, dibantu oleh Ketua Koordinator Perlindungan Anak dan Perempuan, Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta pengurus ICMI Pusat lainnya.
Toko ICMI adalah outlet pemasaran bahan pangan dan produk industri pangan strategis yang dibentuk ICMI untuk memotong rantai distribusi sehingga semakin mendekatkan produsen dan konsumen. Program Toko ICMI dibentuk untuk membangun jaringan kegiatan stabilisasi pangan seperti beras, gula, minyak goreng termasuk daging terutama saat paceklik atau suplai berkurang dimasyarakat. “Pada saat harga pangan melonjak tinggi, maka jaringan Toko ICMI akan menjadi ujung tombak distribusi sehingga mempercepat stabilisasi harga,” pungkasnya.














