Ia mengatakan jalan tol itu belum bisa digunakan 24 jam, hanya dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB karena penerangan serta rambu-rambu lalu lintas belum memadai.
Setelah masa arus mudik dan balik Lebaran selesai, pekerjaan pembangunan jalan tol akan dilanjutkan sampai kondisinya ditargetkan siap menjadi jalan operasional mulai Desember.
“Untuk progres dari total Jalan tol Kertosono-Wilangan telah mencapai sekitar 73 persen. Target pada kontrak selesai pada tahun 2019, tetapi kami akan menyelesaikan pada Desember 2018,” katanya.
Sebelumnya, Tim gabungan dari berbagai instansi memeriksa uji layak fungsi jalan tol Solo-Kertosono di pintu gerbang tol Colomadu, Kabupaten Karanganyar, hingga Sragen, Kamis.
Tim gabungan ini mengecek fasilitas gerbang tol, fungsi alat pembayaran masuk, over pas, jembatan di jalur mulia dari gerbang masuk Colomadu Karanganyar hingga Sragen.
Manager Tehnik PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) Aryo Gunanto mengatakan tim dibagi tiga kelompok dan timnya memeriksa di setiap gerbang tol, sedangkan tim lain mengecek jembatan, jalur tol, over pas mulai jalur Karanganyar-Solo hingga Sragen yang berjarak sekitar 35 kilometer.
Aryo mengatakan timnya mengecek gerbang Tol Solo-Sragen ada empat pintu gerbang pembayaran di Gerbang Tol Colomadu Karanganyar, Gerbang Ngemplak Solo, Kebakkramat Karanganyar, dan Pungkruk Sragen.












