Menurut Anita, sosialisasi yang dilakukan Jasa Marga ini sangat baik jika diikuti oleh Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT ) lain dalam memperkenalkan ruas tol miliknya kepada masyarakat.
Ia pun berharap, kegiatan positif ini bisa menumbuhkan rasa memiliki oleh masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun.
“Ini cukup bagus, saya kira BUJT manapun dapat menerapkan seperti ini untuk sosialisasi. Ini memberikan juga rasa kepemilikan. Saya kira kita bisa anjurkan ( BUJT ) lain untuk melakukan (Sosialisasi jalan tol) seperti ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani mengatakan, tol Pandaan-Malang Seksi I-III sepanjang 30 km sudah selesai konstruksinya dan ditargetkan bisa beroperasi paling lambat awal Mei 2019.
Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan akan menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang yang banyak memiliki tempat wisata. Kehadiran ruas Tol akan bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya.
Selama ini, perjalanan dari Surabaya ke Malang pada jam padat, bisa mencapai empat hingga enam jam. Dengan melalui jalan tol ini, waktu tempuhnya bisa kurang dari satu jam.
Jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Surabaya-Malang ini juga memiliki pemandangan alam yang indah di kanan kiri jalan, terutama di rest areanya yang berhadapan langsung dengan Gunung Semeru di sisi timur, Gunung Arjuna sisi barat, Gunung Kawi di sisi barat daya, dan ditambah Gunung Penanggungan.














