Dia menambahkan, untuk menyambung ekonomi Jawa dan Sumatera itu juga akan dilakukan modernisasi dermaga di Merak dan di Bakauheni. “Sekarang ini masing-masing mempunyai enam dermaga, akan dijadikan 10 dermaga di Merak maupun di Bakauheni untuk bisa melancarkan, prediksi kita tahun-tahun berikutnya ada 80 ribu kendaraan,” jelas Basuki.
Menurut Basuki, total anggaran atau investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Palembang-Tanjung Api-Api adalah sekitar Rp 58 triliun. Karena itu, pemerintah menggandeng konsorsium BUMN untuk segera mewujudkan rencana tersebut, dengan terlebih dahulu merevisi Perpres No. 100 Tahun 2014.
Menteri PU dan Pera menyebutkan, dalam Perpres tersebut hanya disebutkan bahwa penugasan kepada BUMN 100 persen. Ia menilai Perpres ini multitafsir, walaupun di dalamnya ada klausul yang menyampaikan bahwa Hutama Karya dapat bekerja sama dengan BUMN yang lainnya. “Nah itu yang akan diperjelas dengan memperbaiki, menyempurnakan Perpres itu, termasuk juga ruas-ruasnya. Karena di dalam perpres ini hanya ada empat ruas. Padahal ini akan ditugaskan untuk keseluruhan ruas supaya bisa memayungi semuanya,” tegas Basuki














