Ia menambahkan, “Kami ingin mengubah paradigma bahwa produk berkelanjutan itu hanya untuk kalangan tertentu. Di TONIQUE, kami menghadirkan pakaian yang fashionable, terjangkau, dan tetap mengedepankan nilai keberlanjutan.”
Selain itu, penggunaan bahan katun dalam produk TONIQUE juga mampu menghemat hingga 2.000 liter air dalam proses produksinya dibandingkan dengan produk berbahan polyester.
Dengan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan, TONIQUE turut berkontribusi dalam mengurangi polusi serta dampak negatif terhadap lingkungan.
Dibangun oleh Visi Tiga Founders
TONIQUE didirikan oleh Malik Thariani, bersama dengan Co-Founder, Monica Suseno, serta rekannya Smejo Chacko.
Mereka berbagi visi yang sama: menciptakan fashion berkelanjutan yang bisa diakses oleh semua orang.
“Kami melihat adanya celah di industri fashion Indonesia. Kesadaran terhadap fashion berkelanjutan belum seketat di Eropa, tetapi kami percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari sekarang. Kami ingin menginspirasi industri ini bahwa menciptakan produk yang ramah lingkungan itu mungkin dan tidak mahal,” kata Smejo Chacko, Komisaris TONIQUE.
TONIQUE juga mengutamakan inklusivitas dalam desain mereka.
Produk-produk mereka dirancang agar dapat diterima oleh berbagai kalangan, dengan gaya yang universal dan cocok untuk semua orang.














