JEDDAH-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Muliaman D Hadad menegaskan industri keuangan Islam telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di segmen perbankan syariah, pertumbuhan rata-rata aset telah mencapai rata-rata 37,4% dalam 5 tahun terakhir dengan total aset sekitar 21 miliar dolar AS. Industri perbankan syariah memiliki hampir 13 juta rekening simpanan, dan kurang lebih didukung dengan 3000 jaringan kantor di seluruh Indonesia.
Demikian disampaikan Muliaman saat menjadi pembicara dalam pertemuan tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-39 yang berlangsung di Jeddah 23-26 Juni.Pada kesempatan ini, Muliaman juga memaparkan perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Seminar ini mempertemukan para pakar termasuk perwakilan dari multilateral, organisasi internasional, regional dan lokal, ahli-ahli keuangan syariah dan Otoritas pembuat kebijakan dan peraturan dari berbagai negara.
Pertemuan Tahunan IDB ini rutin diselenggarakan tiap tahun, dan kali ini diadakan di Jeddah bersamaan dengan perayaan ulang tahun IDB ke 40 dan dibuka oleh Putra Mahkota Saudi Arabia – Salman bin Abdulaziz.
Menurutnya, pangsa pasar perbankan syariah saat ini telah mencapai 4,9% dari aset perbankan di Indonesia. Pasar modal syariah juga telah berkembang dengan meningkatnya jumlah penerbitan Sukuk termasuk Sukuk pemerintah. Lebih dari 300 saham syariah yang merupakan bagian dari Islamic Index. “Reksadana syariah juga tumbuh cukup signifikan dengan outstanding dana kelolaan sekitar 1 miliar dolar AS,” jelasnya.













