“Penurunan jumlah rekening tersebut disebabkan salah satunya oleh proses cleansing rekening dormant yang bersaldo nol pada salah satu bank,” jelas Samsu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (21/5).
Berdasarkan jenis simpanan katanya, simpanan yang mengalami kenaikan terbesar adalah jenis deposito sebesar Rp41.940 Miliar (2,64%, MoM) dari Rp1.587.600 Miliar pada Februari 2014 menjadi Rp1.629.540 Miliar.
Sementara itu, giro dan tabungan mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp10.298 Milyar (-1,22%, MoM) dari Rp843.348 Miliar menjadi Rp833.049 Miliar dan Rp17.284 Miliar (-1,47%, MoM) dari Rp1.174.007 Miliar menjadi Rp1.156.723 Miliar.
Penurunan jumlah rekening pada Maret 2014 disebabkan oleh adanya penurunan rekening pada tabungan sebesar 2.409.128 rekening (-1,67%, MoM) sebagaimana diuraikan di atas.
Simpanan yang dijamin bulan Maret 2014 mengalami penurunan sebesar Rp11.189 Milyar (-0,54%, MoM) sehingga mencapai Rp2.060.346 Milyar (56,12% dari seluruh total simpanan).
Total simpanan dijamin tersebut terdiri dari simpanan sampai dengan Rp2 Miliar sebesar Rp1.696.356 Miliar (46,20% dari total simpanan) dan bagian simpanan di atas Rp2 Miliar sebesar Rp363.990 Miliar (9,91% dari total simpanan).














