JAKARTA-Kehadiran para pelaku sksi rusuh Jakarta diduga kuat dibayar dan dikoordinir oleh tokoh-tokoh dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang juga turut hadir saat aksi di lapangan.
Dugaan itu diperkuat temuan aparat Brimob dan bukti-bukti di lapangan, bahwa massa yang mengikuti aksi kekerasan didatangkan dari luar Kota Jakarta.
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus indikasi keterlibatan elit BPN terlihat terang benderang. Hal ini tercemin dari kehadiran Amin Rais, Fadli Zon dkk sebagai representasi dari Capres-Cawapres 02 di lokasi aksi unjuk rasa (Bawaslu dan Petamburan).
Hal ini membuktikan adanya korelasi antara peristiwa kekerasan dalam aksi penolakan keputusan KPU dengan peran elit BPN ini.
“Apalagi selama 1 (satu) bulan sejak tanggal 17 April 2019, tokoh-tokoh ini berhasil mencuci otak dan mengkooptasi setidak-tidaknya sebagian kecil pemilih dan pendukung Capres 02, melalui berita hoax bahwa penyelenggaraan pemilu dilakukan dengan kecurangan secara terstruktur, sistimatis dan masif, tanpa bukti dan menolak upaya hukum ke MK, kecuali menggunakan kekuatan “people power” untuk segera melantik Capres-Cawapres 02,” terangnya.
Petrus yang juga Ketua Tim Task Force Forum Advokad Pengawal Pancasila (FAPP) mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia muak dengan perilaku elit BPN ini.














