Rute laut yang dilalui mencakup area sekitar Hotel Marriott, perairan Pantai Pede, dan berakhir di Kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo.
Rombongan laut ini terdiri atas 1 Kapal Phinisi utama pembawa patung Bunda Maria, 2 Kapal Phinisi pengiring, 8 Kapal open deck, dan 50 ketinting milik masyarakat nelayan lokal.
Tiba di Waterfront Labuan Bajo, Patung Bunda Maria disambut dengan tarian Ja’i khas masyarakat Ngada, kemudian dilanjutkan dengan penyambutan secara adat Manggarai, sebelum patung ditatakan secara khusus di area Waterfront.
Nuansa persatuan dalam keberagaman kultural Nusa Tenggara Timur menjadi tampak nyata dalam setiap langkah prosesi.
Selanjutnya, patung Bunda Maria kembali diarak menuju Gua Maria Golo Koe, salah satu pusat ziarah umat Katolik di Labuan Bajo.
Prosesi darat ini melalui sejumlah titik penghentian penting untuk doa dan refleksi, yakni di depan Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Kantor Bupati Manggarai Barat, Kaki Bukit Gua Maria Golo Koe, dan Puncak Gua Maria Golo Koe.
Sepanjang prosesi, ratusan umat dengan khidmat melantunkan pujian dan doa, menciptakan suasana religius yang mempererat ikatan spiritual antarumat dan memperkaya makna Festival Golo Koe sebagai ruang kolaborasi budaya dan iman.














