Selanjutnya, persiapan lain berupa pengerahan tidak kurang dari 16 unit mobile BTS (MBTS) di berbagai titik lokasi yang membutuhkan dukungan penguatan kualitas sinyal, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok.
Titik-titik lokasi yang dimaksud, antara lain meliputi jalur transportasi utama, lokasi tujuan wisata, pusat keramaian hingga terminal bus, stasiun kereta dan bandar udara.
“Kami juga telah menyiapkan antisipasi, jika sewaktu-waktu terjadi accident yang tidak terduga, seperti banjir, gempa bumi dan sebagainya yang sifatnya bencana, yang berpotensi menyebabkan putusnya pasokan listrik ke BTS-BTS. Untuk itu, tim kami di lapangan standby 24 jam selama masa libur,” ucap Gede.
Tim juga akan memantau kondisi jaringan di seluruh wilayah layanan XL Axiata melalui pusat monitoring kualitas layanan XL Axiata-Customer Experience and Service Operation Center (CE&SOC) di kantor pusat di Jakarta.
Saat ini EXCL memiliki sebanyak 57,98 juta pelanggan dan diperkuat dengan lebih dari 153 ribu BTS, termasuk lebih dari 69 ribu BTS 4G.
Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas dan sekarang sudah mencapai lebih dari 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.
“XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan dan kualitas layanan data, seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data,” papar Gede.













