JAKARTA-Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) meyakini, aktivitas bisnis para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung di berbagai marketplace akan menjadi penopang utama bagi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Menurut Ketua Umum idEA, Bima Laga, per akhir Maret 2021 jumlah pelaku UMKM yang tergabung di sejumlah marketplace mencapai 4,8 juta kegiatan usaha atau mengalami peningkatan pesat dibanding per akhir Desember 2020 yang sebanyak 3,8 juta kegiatan usaha.
“Pada awal tahun lalu, kami mempunyai target 2 juta UMKM sampai akhir 2020, tetapi data yang masuk ke kami hingga akhir 2020 sebanyak 3,8 juta UMKM yang tersebar di berbagai marketplace,” kata Bima dalam diskusi virtual yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Jakarta, Kamis (29/4).
Dia memperkirakan, aktivitas bisnis para pelaku UMKM di marketplace akan menjadi tulang punggung utama bagi pemulihan ekonomi nasional, lantaran di masa pandemi Covid-19 jumlah transaksi e-commerce berada dalam tren meningkat tajam.
“Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan transaksi e-commerce mengalami kenaikan signifikan,” imbuhnya.
Hingga akhir 2020, data BI melaporkan bahwa transaksi e-commerce mencapai Rp253 triliun atau mengalami peningkatan tajam dibanding realisasi di 2019 sebesar Rp205,5 triliun.














