Bahkan, BI memperkirakan transaksi e-commerce pada tahun ini akan bertumbuh hingga 33,2 persen (year-on-year) menjadi Rp337 triliun.
Pada diskusi yang ditayangkan di kanal YouTube FMB9 tersebut, Bima menyebutkan, nilai transaksi pada program Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 11-12 Desember 2020 mencapai Rp11,6 triliun atau meningkat dibanding di 2019 sebesar Rp9,1 triliun dan pada 2018 senilai Rp6,1 triliun.
“Pada tahun ini, Harbolnas akan lebih difokuskan pada penjualan produk-produk lokal di hari pertama. Dan, pada hari berikutnya untuk semua barang di marketplace, karena nilai penjualan produk lokal justru lebih besar. Penjualan untuk produk lokal saja di 2020 mencapai Rp5,6 triliun,” paparnya.
Bahkan, lanjut dia, pada Ramadhan tahun ini penjualan akan lebih fokus program pemerintah ‘Bangga Buatan Indonesia’.
“Kami akan ikut membantu dalam mendorong tren pemulihan ekonomi melalui penjualan online dengan memanfaatkan momentum Lebaran dan supaya membeli produk lokal,” ucapnya.
Dia berharap, peningkatan konsumsi masyarakat melalui transaksi online mampu menjadi pendorong utama bagi percepatan pertumbuhan ekonomi, karena sejauh ini komponen komsumsi rumah tangga tetap sebagai kontributor tertinggi terhadap PDB nasional.














